Kamus Mini Istilah Kesehatan untuk Pasien

Saat konsultasi dengan dokter, tidak sedikit pasien yang kebingungan dengan istilah medis yang disampaikan.

Agar hal tersebut tidak terjadi, perlu mengetahui beberapa istilah dalam kesehatan yang biasa digunakan.

Dalam pafitamianglayang.org, situs resmi dari PAFI atau Persatuan Ahli Farmasi Kota Tamianglayang terdapat banyak informasi dalam bidang kesehatan.

Istilah dalam Bidang Kedokteran yang Perlu Diketahui

Kamus Mini Istilah Kesehatan untuk Pasien
Kamus Mini Istilah Kesehatan untuk Pasien

Istilah dalam bidang kedokteran yang kurang familiar bagi pasien tidak hanya sering disampaikan oleh dokter, namun juga terdapat dalam artikel kesehatan.

Jika tidak mengetahui artinya tentu tidak akan bisa memahami informasi dalam artikel tersebut.

Beberapa istilah kedokteran dan artinya berikut bisa menjadi referensi agar mudah memahami informasi dalam artikel kesehatan maupun keterangan yang disampaikan tenaga medis:

1. Diagnosis

Istilah diagnosis sering disampaikan pada saat pasien datang untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya.

Diagnosis berarti dugaan tentang suatu penyakit yang diteliti berdasarkan gejala yang nampak atau muncul.

Berdasarkan diagnosis yang ditemukan, dokter akan melakukan tindakan lanjutan, yaitu prognosis.

Kamus diagnosa dokter penting untuk diketahui agar pasien bisa mengambil opsi atau pilihan tindakan yang paling tepat dalam pengobatan.

2. Prognosis

Berbeda dengan diagnosis yang dilakukan pada tahap awal ketika pasien datang, prognosis dapat diketahui setelah dokter memberikan obat atau tindakan medis lainnya.

Prognosis merupakan perkiraan apa yang akan terjadi berkaitan dengan penyakit yang sudah diobati, sebagai contoh apakah perlu tindakan lanjutan berupa operasi atau lainnya.

3. Kronis

Kronis merupakan istilah dalam kamus bahasa medis yang mempunyai arti kondisi yang berlangsung lama atau terus menerus.

Istilah ini menunjukkan kondisi suatu penyakit yang terjadi dalam waktu tertentu. biasanya kondisi pasien secara perlahan akan semakin memburuk.

Contoh penyakit yang berpotensi masuk dalam fase kronis adalah osteoporosis, diabetes, kelainan jantung dan lainnya.

4. Akut

Tidak sedikit orang yang menganggap kondisi kronis dan akut sebagai hal yang sama, sementara keduanya berbeda.

Jika kondisi kronis terjadi secara bertahap, kondisi akut terjadi secara mendadak atau tiba-tiba.

Gangguan kesehatan yang sering terjadi biasanya serius sehingga membutuhkan penanganan yang cepat sebab dapat berakibat fatal.

Jenis penyakit yang berpotensi menyebabkan pasien mengalami kondisi akut adalah leukemia, diare dan glaucoma.

5. Faktor resiko

Faktor resiko adalah penyebab yang dapat membuat kondisi pasien sakit atau mengalami gangguan kesehatan, dapat dideteksi dan mudah diantisipasi.

Sebagai contoh, penyakit paru-paru, faktor resikonya adalah kebiasaan merokok. Jika tidak merokok, resiko sakit bisa dihindari.

6. Alergen

Alergen berkaitan dengan gejala alergi yang terjadi pada pasien. Istilah ini berarti zat yang merangsang respon imun atau disebut antigen.

Alergen akan menyebabkan reaksi alergi dengan berbagai jenis tanda.

Jenis alergen antara lain debu yang menyebabkan sesak napas atau batuk, makanan tertentu yang menyebabkan gatal dan lainnya.

7. Skrining

Skrining adalah tindakan dalam bentuk deteksi dini untuk mengetahui apakah seseorang berpotensi mengidap suatu penyakit.

Tujuan tindakan skrining agar jika ada indikasi sakit bisa segera mendapat penanganan medis.

Contoh skrining yang banyak dilakukan untuk mengetahui apakah mengidap penyakit tumor, kelainan organ dan lainnya.

Ada dua jenis tindakan skrining dengan biaya ditanggung oleh BPJS, yaitu skrining preventif primer dan preventif sekunder selektif.

Jika Anda membutuhkan informasi mengenai istilah dalam bidang kesehatan atau informasi lain, silahkan mengunjungi pafitamianglayang.org.

Tinggalkan komentar